Rabu, 13 Desember 2017

Himpunan Mahasiswa Jurusan Manajemen Pendidikan 2017

Organisasi ialah wadah atau tempat yang mana orang-orang semuanya berkumpul didalamnya, melakukan kerjasama secara rasional, sistematis, juga terkendali, dengan memanfaatkan sebuah sumber daya yang ada yang dipakai secara efektif untuk menggapai tujuan atau cita-cita bersama.
Selain dari pengertian yang telah tertulis diatas ini, ternyata masih ada beberapa macam lagi tentang pengertian organisasi yang telah dijelaskan oleh beberapa tokoh, siapa saja tokoh-tokoh tersebut? Berikut ini ialah pakar-pakar yang menjelaskan tentang pengertian organisasi.
  1. Dres. H. Malayu. S.P. Hasibuan menjelaskan tentang organisasi, yang mana penjelasan dari beliau bahwa organisasi ini ialah sebuah proses pengelempokan, penentuan, dan segala pengaturan yang bermacam-macam kegiatan yang memang dibutuhkan untuk menggapai tujuan bersama.
  2. Stoner menjelaskan tentang organisasi, yang mana menurut stoner bahwa organisasi ini ialah sebuah contoh hubungan melewati orang-orang yang diberikan sebuah arahan dari atasan agar dapat menggapai tujuan bersama.
Tujuan dari organisasi ini dapat sangat berpengaruh sekali dalam kinerja dari sebuah organisasi tersebut sendiri atua juga untuk mencari sebuah anggota baru untuk pengembangan kinerja sebuah organisasi dan juga untuk menjaga keutuhan anggota.
Adapun tujuan-tujuan kadiresasi ialah bertujuan untuk menjaga sebuah organisasi atau kelompok tetap bisa atau mempu berhatan dan selalu tampil eksis dalam jangka-jangka waktu yang amat sangat panjang.
Pastinya selalu ada masalah yang harus dipecahkan bersama, sikap saling menjaga serta bertanggung jawab terhadap keutuhan anggota ataupun mempertahankan sebuah kelompok. Hal-hal seperti ini tentunya akan sangat membantu kamu ketika harus menyelesaikan masalah ataupun memberikan masukan kepada masyarakat dalam lingkup yang lebih luas luas.
Selain itu, ada beberapa manfaat lain yang bisa kamu peroleh dalam sebuah organisasi. Antara lain sebagai berikut.

1. Tergapainya Tujuan

Organisasi atau kelompok dibuat untuk tujuan bersama yang didalamnya saling berhubungan. Maka penggapaian tujuan yang dikerjakan oleh orang banyak lebih memiliki banyak peluang untuk menggapai tujuan yang lebih maksimal dan lebih efektif lagi.

 2. Melatih Mental Untuk Berbicara di Hadapan Umum

Tidak setiap orang, tidak setiap manusia gampang mendapati mental berbicara di depan umum atau di hadapan publik. Maka dari itu, sebuah kelompok atau organisasi, organisasi kelompok pembelajaran ilmiah untuk para mahasiswa dan mahasiswi. Atau kelompok belajar ialah sebuah tempat yang sangat cocok untuk dapat melatih keberanian dalam berbicara di depan umum.

3. Mudah Menyelesaikan Masalah

Didalam sebuah kelompok atau organisasi, yang namanya masalah merupakan sebuah hal yang sangat kerap sekali terjadi, entah itu karena timbulnya perbedaan ataupun permasalahan yang memang muncul di dalam organisasi. Penyelesaian dari setiap permasalahan yang ada didalam organisasi ini dapat mengajari kamu untuk bisa menyikapi permasalahan yang ada, yang dapat diaplikasikan didalam kehidupan yang lebih beraneka ragam dan kompleks.
Selain dari hal-hal yang telah disebutkan dan ditulis pada tulisan diatas ini, ternyata masih banyak sekali manfaat-manfaat organisai yang bisa kalian dapatkan, berikut dibawah ini ialah manfaat-manfaat organisasi yang bisa kalian dapatkan.
  1. Melatih untuk menjadi leadership.
  2. Bisa meningkatkan tingkat wawasan yang luas dan pengetahuan.
  3. Membuat atau membentuk karakteristik seseorang.
  4. Memperluas pergaulan, memperluas pertemanan, dll.
  5. Bisa mengatur waktu dengan amat sangat baik.
  6. Selalu kuat apabila sedang mendapati tekanan.
  7. Sebagai sarana pembelajaran yang sungguh-sungguh.
Manajemen pendidikan adalah suatu proses atau sistem pengelolaan Manajemen pendidikan sebagai suatu proses atau sistem organisasi dan peningkatan kemanusiaan dalam kaitannya dengan suatu sistem pendidikan. Kegiatan pengelolaan pada suatu sistem pendidikan bertujuan untuk keterlaksanaan proses belajar mengajar yang baik, yang mencakup:
  1. Program kurikulum yang meliputi administrasi kurikulum, metode
    1. penyampaian, sistem evaluasi, sistem bimbingan.
    2. Program ketenagaan
    3. Program pengadaan dan pemeliharaan fasilitas dan alat-alat
    4. pendidikan.
    5. Program pembiayaan.
    6. Program hubungan dengan masyarakat.
Pendekatan sistem dalam manajemen pendidikan sebagai akibat dari dianutnya pendekatan dalam sistem pendidikan. Sistem pendidikan adalah suatu kesatuan dari berbagai unsur yang satu dengan yang lainnya saling berhubungan dan bergantung didalam mengemban tugas untuk mencapai tujuan sistem tersebut. Unsur-unsur dari luar yang memasuki sistem dan kemudian mengalami proses disebut keluaran atau output.

Kamis, 23 November 2017

Sekilas tentang Manajemen Pendidikan

Manajemen pendidikan, pemakaian kata ini masih terdengar begitu asing untuk banyak orang. Sebelumnya dalam penerapannya lebih banyak menggunakan kata “administrasi”. Dalam kamus Bahasa Indonesia – Belanda, kata manajemen berasal dari “administratie” yang memiliki arti Tata-Usaha. Pengertian ini membuat, manajemen merujuk pada artian yang sangat terbatas pada suatu kegiatan pekerjaan tulis-menulis di kantor.


Jika dilihat dari bahasa Inggris, manajemen berasal dari kata “administration” , namun dalam kata Manajemen Pendidikan, ‘manajemen’ yang dimaksud lebih luas dan bukan hanya pada pekerjaan administrasi saja.

Pengertian Manajemen Pendidikan menurut Para Ahli
Beberapa ahli menjelaskan tentang pengertian dari Manajemen Pendidikan, antara lain sebagai berikut :

1. The Liang Gie

Menurutnya Beliau, manajemen adalah serangkaian proses penyelanggaran setiap usaha yang merupakan kerja sama dari sekelompok manusia untuk mencapai tujuan tertentu.

2. Pariata Westra

Manajemen adalah segenap rangkaian perbuatan penyelenggaraan dalam setiap usaha kerjasama sekelompok manusia untuk mencapai tujuan tertentu.

3. Leonard D. White

White menjelaskan bahwa manajemen adalah segenap proses yang biasanya ada pada semua kelompok baik usaha negara, pemerintah atau swasta, sipil atau militer secara besar-besaran atau pun kecil-kecilan.

4. Kurikulum 1975
Manajemen adalah usaha bersama guna mendayagunakan semua sumber-sumber (personil maupun materiil) secara efektif dan efisien untuk menunjang tercapainya tujuan pendidikan. Ini disebutkan dalam Buku Pedoman Pelaksanaan Kurikulum III D dari Sekolah Dasar sampai Sekolah Menengah Atas.
Dari semua pengertian di atas dapat ditarik kesimpulan, bahwa manajemen memiliki keterkaitan erat dengan tiga hal yang menjadi unsur penting, yaitu: usaha kerjasama, sekelompok orang, dan untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan, meliputi tiga unsur yaitu gerak, pelaku, dan arah dari kegiatan. Dengan tiga unsur tersebut manajemen biasanya terjadi dalam organinasi, bukan perseorangan atau individu.

Lebih tepatnya, definisi Manajemen Pendidikan adalah serangkaian kegiatan usaha kerja sama yang dilakukan dua orang atau lebih untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditentukan.

Dengan menerapkan tiga unsur pada usaha pendidikan dalam organisaia maka definisi Manajemen Pendidikan adalah serangkaian kegiatan yang berupa proses  mengelola usaha kerjasama dalam sekelompok manusia yang tergabung pada organisasi pendidikan, untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan.

Pada definisi itu, Mulyani A. Nurhadi memberikan ciri-ciri pada Manajemen Pendidikan : (Mulyani A. Nurhadi, 1983, pp. 2-5)

Manajemen adalah kegiatan yang dilakukan oleh dan untuk manusia. Kegiatan yang dilakukan merupakan proses mengelola kegiatan pendidikan bersifat kompleks dan unik, berbeda dengan tujuan perusahaan (memperoleh keuntungan). Tujuan yang dimiliki tidak terlepas dari tujuan pendidikan umumnya dan yang ditetapkan bangsa.

Kegiataan pengelolaan dilakukan oleh organisasi sehingga harus menjaga keharmonisan kondisi kerja. Kegiatan yang dilakukan bertujuan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan, baik tujuan umum dan tujuan internal organisasi pendidikan. Kegiatan pengelolaan dilakukan supaya tujuan tercapai dengan usaha yang efektif dan efisien.

Fungsi dan Peranan Manajemen Pendidikan
Penjelasan yang disampaikan oleh Mulyani A. Nurhadi sudah cukup lengkap. Kemudian fungsi dari manajemen pendidikan mengandung empat unsur :

1. Perencanaan (Planning)

Perencanaan adalah proses menyusun tujuan dan sasaran organisasi serta menyusun “peta kerja” yang melibatkan cara pencapaian tujuan.

2. Pengorganisasian (Organizing)

Proses dari menghimpun Sumber Daya Manusia, modal, dan peralatan yang dibutuhkan dengan cara yang efektif demi mencapai tujuan.

3. Pelaksanaan (Implementation)

Proses dengan menggerakan sumber daya manusia yang ada untuk melakukan kegiatan pencapaian tujuan sehingga efisiensi proses terjadi dan menghasilkan efektivitas hasil kerja.

4. Pengawasan (Controlling)

Proses pemberian balikan dan tindak lanjut dari pembandingan antara hasil yang dicapai dengan rencana yang telah dibuat kemudian terdapat tindakan penyesuaian apabila terjadi penyimpangan.